02/08/12

Air Diam (24): Air Tercampur Benda Cair Beraroma

Air Tercampur Benda Cair Beraroma

HUKUM AIR YANG TERCAMPUR DENGAN BENDA CAIR/PADAT LAIN YANG DAPAT LARUT DAN TIDAK LARUT
Terjemah kitab Al-Umm dari pengajian di Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Begitu juga apabila air kemasukan cairan aspal kemudian bau aspal dominan di air tersebut maka tidak dapat dipakai untuk wudhu. Apabila bau aspal tidak jelas, maka air boleh dpakai berwudhu. Karena, cairan aspal dan air mawar dapat larut dalam air sehingga tidak dapat dibedakan antara keduanya.

Apabila air kemasukan minyak wangi atau minyak anbar atau kayu atau sesuatu yang berbau/bearoma yang tidak dapat bercampur dengan air kemudian baunya tampak jelas di air maka air itu tetap dapat dipakai berwudhu karena tidak ada sesuatu di dalam air yang menyebabkan air itu disebut dengan nama perkara yang mencampurinya.


كَذَلِكَ لو صُبَّ عليه قَطْرَانٌ فَظَهَرَ رِيحُ الْقَطْرَانِ في الْمَاءِ لم يَتَوَضَّأْ بِهِ وَإِنْ لم يَظْهَرْ تَوَضَّأَ بِهِ لِأَنَّ الْقَطْرَانَ وَمَاءَ الْوَرْدِ يَخْتَلِطَانِ بِالْمَاءِ فَلَا يَتَمَيَّزَانِ منه

وَلَوْ صُبَّ فيه دُهْنٌ طَيِّبٌ أو ألقى فيه عَنْبَرٌ أو عُودٌ أو شَيْءٌ ذُو رِيحٍ لَا يَخْتَلِطُ بِالْمَاءِ فَظَهَرَ رِيحُهُ في الْمَاءِ تَوَضَّأَ بِهِ لِأَنَّهُ ليس في الْمَاءِ شَيْءٌ منه يُسَمَّى الْمَاءُ مَخُوضًا بِهِ

Ditulis Oleh : Ahmad Fatih Hari: Kamis, Agustus 02, 2012 Kategori:

0 comments:

Poskan Komentar

 

Komentar

Follow by Email

Arsip Blog

Total Tayangan Laman