Apabila dimasukkan ke dalam air itu minyak wangi misik atau minyak wangi dzariroh atau sesuatu yang naik di air sehingga air tidak dapat dibedakan darinya lalu jelas bau minyaknya maka air itu tidak dapat dibaut wudhu karena air itu tercampur dengannya. Air itu disebut air misik yang tercampur, air dzarirah yang tercampur begitu juga setiap makanan yang dicemplungkan ke dalam air seperti bubur sawiq, bubur dan kuah dan lain-lain apabila jelas rasa dan bau perkara yang mencampuri maka air itu tidak dapat dibuat berwudhu karena air seperti itu dinisbatkan (di-sebut) dengan nama benda yang mencampurinya.
وَلَوْ كان صُبَّ فيه مِسْكٌ أو ذَرِيرَةٌ أو شَيْءٌ يَنْمَاعُ في الْمَاءِ حتى يَصِيرَ الْمَاءُ غير مُتَمَيِّزٍ منه فَظَهَرَ فيه رِيحٌ لم يَتَوَضَّأْ بِهِ لِأَنَّهُ حِينَئِذٍ مَاءٌ مَخُوضٌ بِهِ وَإِنَّمَا يُقَالُ له مَاءُ مِسْكٍ مخوض ( ( ( مخوضة ) ) ) وَذَرِيرَةٍ مَخُوضَةٍ وَهَكَذَا كُلُّ ما ألقى فيه من الْمَأْكُولِ من سَوِيقٍ أو دَقِيقٍ وَمَرَقٍ وَغَيْرِهِ إذَا ظَهَرَ فيه الطَّعْمُ وَالرِّيحُ مِمَّا يَخْتَلِطُ فيه لم يَتَوَضَّأْ بِهِ لِأَنَّ الْمَاءَ حِينَئِذٍ مَنْسُوبٌ إلَى ما خَالَطَهُ منه


0 comments:
Poskan Komentar